Home / KOLOM DOSEN / Bacaan Al-Fatihah Untuk Allah dan Hamba-Nya

Bacaan Al-Fatihah Untuk Allah dan Hamba-Nya

Bacaan Al-Fatihah itu untuk Allah dan Hamba-Nya
Oleh : Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tahukah Anda bahwa ketika Anda membaca Surat al-Fatihah, pada saat itu Anda sesungguhnya sedang berdialog dengan Allah swt. Setiap ayat dari ayat-ayat al-Fatihah yang And abaca, langsung Allah menjawabnya. Anda tidak hanya sedang berdialog dengan Allah, tetapi juga Anda langsung mendapatkaa apa yang minta kepada Allah.

Hal itu telah disebutkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis qudsi sebagai berikut:

Dari al-‘Ala’ bin Abdurrahman bin Ya’qub, sesungguhnya dia telah mendengar Abu al-Saa’ib, budak Hisyam bin Zurrah. Dia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata. “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan suatu salat, dan di dalamnya dia tidak membaca surat al-Fatihah, maka salatnya tidak sah, tidak sah, tidak, tidak sempurna.”

Abu al-Sa’ib berkata, aku bertanya kepada Abu Hurairah, Ya Abu Hurairah, sesungguhnya aku kadang-kala berada di belakang imam. Dia berkata, lalu dia memegang tanganku, lalu dia berkata: “Bacalah al-Fatihah di dalam hatimu. Karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Allah Ta’aalaa telah berfirman: “Aku telah membagi surat al-Fatihah itu antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bahagian. Satu bahagiannya untuk Aku, dan satu bahagian yang alin untuk hamba-Ku. Hamba-Ku telah mendapatkan apa yang dia minta kepada-Ku.” Rasulullah lalu bersabda: “Bacalah surat al-Fatihah itu.” Sebab ketika seorang hamba Allah membaca {الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ}, maka Allah menjawabnya dengan mengatakan: “Sesugguhnya hamba-Ku telah memuji Aku.” Ketika seorang hamba membaca: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}, maka Allah menjawabnya dengan mengatakan: “Sesunguhnya hamba-Ku telah mengagungkan Aku.” Apabila seorang hamba membaca: {مَالِكِ يَوْمِ الدّينِ}, maka Allah menjawabnya dengan mengatakan: “Sesungguhnya hamba-Ku memuliakan-Ku.

Apabila seorang hamba membaca: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}, maka Allah menjawabnya dengan mengatakan: “Ayat ini menghubungkan Aku dengan hamba-Ku dan ketika itu hamba mendapatkabn apa yang dia minta dari-Ku. Apabila seorang hamba membaca: {اِهدِنا الصِّراطَ المَسْتَقيمَ صِراطَ الَّذينَ أَنْعَمتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضوبِ عَلَيهِمْ وَلا الضَّالِّينَ}, maka Allah menjawabnya dengan mengatakan: “Semua ini adalah untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku mendapatkan apa yang dia minta dari-Ku.” HR Malik

Pelajaran yang kita dapat ambil dari hadis di atas adalah:

  1. Bacalah Al-Fatihah itu ketika engkau melaksanakan salat. Salatmu tidak sah, kalau tidak dibacakan di dalamnya surat al-Fatihah. Ketika engkau menjadi makmum, bacalah Al-Fatihah itu di dalam hatimu.
  2. Surat al-Fatihah itu dibagi oleh Allah menjadi dua bahagian. Satu bahagian untuk diri-Nya dan satu bahagian yang lain untuk hamba-Nya yang membacanya.
  3. Setiap kali Anda membacakan satu ayat dari ayat-ayat surat al-Fatihah, setiap kali itu pula Allah menjawabnya sesuai dengan bacaanmu.
  4. Bacaan mulai الحمد لله رب العالمين hingga مالك يوم الدين menjadi bahagian Allah.
  5. Bacaan ayat إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ menyambung dan menjalin hubungan Allah dengan hamba-Nya.
  6. Bacaan اِهدِنا الصِّراطَ المَسْتَقيمَ hingga akhir ayat menjadi bahagian hamba-Nya seluruhnya.

Inilah salah satu dari kehebatan Al-Fatihah. Ketika kita membaca Surat al-fatihah, pada hakikatnya kita sedang berdialog dengan Allah.

Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Jakarta-Kediaman Matraman, Sabtu pagi, tanggl 4 Agustus 2018.

About Hasanudin, M.Pd

Admin Web PBA : Hasanudin, M.Pd. | Web : www.hasanudin.id

Check Also

Edukasi Kosmologi dalam Isra Mikraj Nabi

Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ PENDUDUK Mekkah pernah heboh …

Tinggalkan Balasan