Home / KOLOM DOSEN / Berpenampilan Menarik Adalah Perintah Agama, Bukanlah Sebuah Kesombongan

Berpenampilan Menarik Adalah Perintah Agama, Bukanlah Sebuah Kesombongan

Berpenampilan Menarik Adalah Perintah Agama, Bukanlah Sebuah Kesombongan
Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pernahkah Anda menunjukkan kepada orang lain penampilan yang bagus dan menarik bagi orang lain? Saya yakin, Anda pernah berpenampilan bagus dan menarik. Ketika Anda ke pesta, Anda mesti berpenapilan yang bagus dengan pakaian yang cantik, dengan aroma parfum yang menyenangkan. Ketika Anda diwisuda, Anda juga mesti berpenampilan yang bagus dan menarik. Ketika itu, Anda tentu merasa sangat senang karena penampilan Anda yang bagus dan menarik itu. Orang-orang yang memandang kepada Anda pun ikut merasa sangat senang atas penampilan Anda itu. “Menyenangkan orang lain karena kebaikan Anda, adalah sebuah sedekah (kebaikan).” Demikian kata Rasulullah, junjungan dan panutan kita.

Seseorang yang berpenampilan yang bagus, dengan pakaian yang bagus, penampilan yang menarik, dan cara berpakaian yang menyenangkan, telah melaksanakan sebuah perintah agama. Pakaian yang bagus itu tidak berarti pakaian yang mahal. Tetapi, yang bagus itu adalah keserasian antara pakaian yang Anda pakai dengan badan Anda, walau harga pakaian itu murah meriah. Kita perlu berpenampilan yang bagus dan menarik yang mebuat hati kita senang dan orang lain ikut senang melihat kita.

Hal ini seperti yang telah digambarkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ كِبْرٍ “. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَيُعْجِبُنِي أَنْ يَكُونَ ثَوْبِي غَسِيلًا، وَرَأْسِي دَهِينًا، وَشِرَاكُ نَعْلِي جَدِيدًا، وَذَكَرَ أَشْيَاءَ (1) ، حَتَّى ذَكَرَ عِلَاقَةَ سَوْطِهِ، أَفَمِنَ الْكِبْرِ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: ” لَا، ذَاكَ الْجَمَالُ، إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، وَلَكِنَّ (2) الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ، وَازْدَرَى النَّاسَ “. رواه أحمد.

Dari Ibn Mas’ud r.a. ia berkata. Rasulullah saw telah bersabda: “Tidak masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya terdapat sedikit iman dan tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sedikit sombong. Lalu seseorang berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulallah, sesungguhnya aku merasa sangat senang dan kagum apabila pakaianku bagus, rambutku berminyak (memakai minyak rambut), dan alas kakiku (sepatu, sandalku) baru. Lalu dia menyebutkan beberapa hal lain, kata Ibn Mas’ud, hingga dia menyebut tali penggantung cambuknya. Lalu dia bertanya: “Apakah ini termasuk kategori sombong, ya Rasullah? Rasulullah menjawab: “Bukan, itu bukan sombong, tetapi itu adalah keindahan. Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, menyukai segala keindahan. Akan tetapi orang yang sombong itu adalah orang yang menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain.” HR Ahmad

Penampilan yang bagus dan menarik adalah sebuah kebaikan dan menunjukkan kepada orang lain sesuatu yang indah adalah sesuatu yang baik. Penampilan yang menarik, dengan pakaian yang bagus dan cantik, rambut yang menggunakan minyak rambut, sepatu yang cantik dan mengkilap bukan sebuah kesombongan. Itu adalah keindahan. Allah sangat menyukai keindahan dan menyukai orang-orang yang berpenampilan bagus dan menarik. Berpenampilan yang menarik tidak menunjukkan pengertian kesombongan. Kesombongan itu membenci kebenaran dan memandang rendah atau hina orang lain.

Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Jakarta-Kediaman Matraman, Jumat pagi, tanggl 3 Agustus 2018.

About Hasanudin, M.Pd

Admin Web PBA : Hasanudin, M.Pd. | Web : www.hasanudin.id

Check Also

Edukasi Kosmologi dalam Isra Mikraj Nabi

Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ PENDUDUK Mekkah pernah heboh …

Tinggalkan Balasan