Home / KOLOM DOSEN / Kurban Menurut Islam (1)

Kurban Menurut Islam (1)

KURBAN MENURUT ISLAM (1)
PENGERTIAN KURBAN
Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tidak lama lagi akan datang Hari Raya Idul Kurban (Hari Raya Idul Adha). Pada hri itu kaum muslimin akan melakukan suatu rangkaian ibadah yang penting yang dilakukan secara rutin setiap tahun, yaitu melaksanakan salat Idul Adha, dan melaksanakan kurban dengan menyembelih hewan, seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Dalam beberapa hari ini, saya akan menguraikan masalah kurban menurut syari’at Islam agar kita semua memiliki wawasan yang luas tentang kurban.

Kata “kurban” yang digunakan di dalam bahasa Indonesia, pada asalnya berasal dari bahasa Arab, yaitu “qurbān” (قربان). Kemudian kat ini menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia dengan sebutan “kurban,” (menggunakan “k”), bukan “qurban” (menggunakan “q”). Saya akan mencoba menguraikan pengertian ini dalam bahasa Indonesia dan bahasa aslinya, bahasa Arab.

Di dalam bahasa Indonesia, kata “kurban” diartikan dengan dua pengertian. Pengertian pertama, “kurban” adalah “persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya.” Pengertian kedua, “kurban” adalah “pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa.” (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal. 762). Ini berarti bahwa istilah “kurban” itu tidak hanya digunakan oleh muslim sebagai wujud ketataannya kepada Allah, tetapi juga oleh non-muslim sebagai wujud ketaatan mereka kepada dewa-dewa yang mereka sembah. Tentu saja, pengertian pertama yang sesuai dengan pengertian kurban menurut Islam.

Di dalam bahasa Arab, kata “qurbān” (قربان) diartikan dengan “mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai ibadah yang dilakukan.” Segala bentuk ibadah yang dilakukan oleh seorang mulsim untuk mendekatkan diri kepada Allah disebur qurbān (قربان). Ketika kurban itu dikaitkan dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan penyembelihan hewan, maka kegiatan ibadah itu disebut “udhhiyah” (أضحية). Dengan demikian, maka “qurbān” (قربان) itu diartikan sebagai pendekatan diri kepada Allah dalam pengertian umum, sedangkan mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan kurban disebut kurban dalam pengertian khusus, yang disebut udhhiyah (أضحية).

Hari Raya di mana kaum muslimin melakukan penyembelihan hewan kurban disebut īd al-adhhā (عيد الأضحى), yaum al-adhhāa ( يوم الأضحى), atau yaum al-nahr ( يوم النحر) disebut Hari Raya Kurban. Sedangkan hewan yang disembelih dalam hari raya kurban itu disebut أضحية (udhhiyah). Di dalam Hari Raya Idul Adha itu, ada dua kegiatan utama yang dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu melaksanakan salat Idul Adha (صلاة عيد الأضحى) dan melakukan penyembelihan hewan qurban.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kata “kurban” dalam bahasa Indonesia digunakan dalam pengertian umum, baik oleh kaum muslimin maupun non-muslim, yaitu pendekatan diri kepada Tuhan atau dewa-dewa, sedangkan kata “adhhaa” dalam bahasa Arab digunakan dalam pengertian khusus, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan kurban, sebagai salah satu wujud ketaatan kepada-Nya. Hara Raya Kurban disebut dengan Hari Raya Idul Adhaa (عيد الأضحى), yaum al-Adhaa (يوم الأضحى) atau yaum al-nahr (يوم النحر), sedangkan hewan yang disembelih dalam hari raya itu disebut udhhiyah (أضحية).

Kata kunci dalam uraian ini adalah قربان (qurbaan), عيد الأضحي (Id al-Adhaa, يوم النحر (yaum al-nahr) dan kata أضحية (udhhiyah).

Demikian pengertian kurban yang dapat saya sampaikan. Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Jakarta-Kediaman Matraman, Senen pagi, tanggl 6 Agustus 2018.

About Hasanudin, M.Pd

Admin Web PBA : Hasanudin, M.Pd. | Web : www.hasanudin.id

Check Also

Edukasi Kosmologi dalam Isra Mikraj Nabi

Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ PENDUDUK Mekkah pernah heboh …

Tinggalkan Balasan