Home / KOLOM DOSEN / Kurban Menurut Islam (4)

Kurban Menurut Islam (4)

KURBAN MENURUT ISLAM (4)
HIKMAH DISYARIATKANNYA KURBAN
Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Setiap ibadah yang dilakukan oleh seseorang selalu memiliki hikmah dan rahasia yang terkandung di dalamnya. Termasuk ibadah kurban yang dilakukan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban itu. Kurban adalah salah satu bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah untuk dilaksanakan oleh hamba-hamba-Nya yang beriman.

Sebelaum saya menjelasakn apa hikmah yang terkandung di dalam ibadah kurban itu, ada baiknya saya menjelaskan terlebih dahulu tentang sarana yang diguanakn dalam ibadah dan dimensi yang terkait dengan ibadah.

Ibadah, jika dilihat dari sarana yang digunakan, dapat dibagi atas dua kelompok, yaitu 1) ibadah badaniah, yaitu ibadah yang dilakukan dengan manggunakan badan sebagai sarananya, seperti ibadah salat, 2) ibadah Maliyah, yaitu ibadah yang dilakukan dengan menggunakan harta sebagai sarana yang digunakan, seperti zakat, sedekah, dan kurban. Ibadah kurban adalah ibadah yang dilakukan oleh sseorang dengan menggunakan harta sebagai sarananya, yaitu hewan yang dimiliki.

Semua ibadah yang dilakukan seseorang memiliki keterkaitan dengan beberapa dimensi dalam kehidupan manusia, yaitu 1) dimensi syahsiyah, 2) dimensi ijtimaiyyah, dan 3) dimensi ilahiyyah. Dimensi syahsiyyah (individual), yaitu suatu dimensi yang berkaitan invividu seseorang, yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Dimensi ijtima’iyyah (dimensi sosial), yaitu dimensi yang berkaitan dengan persoalan sosial, kemasyarakatan, dan konteks hidup bersama dalam kelompok masyarakat. Tidak satu pun ibadah yang tidak terkait dengan tiga dimensi ibadah itu.

Hikmah disyariatkannya kurban itu dapat dilihat keterkaitannya dengan hal-hal berikut:

  1. Kurban yang dilakukan oleh seseorang mendorong seseorang untuk senantiasa bersedia menyerahkan sebagaian dari harta yang dimiliki itu sebagai wujud rasa syukur atas berbagai nikmat Allah yang diperolehnya, sebagai wujud ketaatan kepada Allah dalam bentuk harta yang dimilikinya. Sebab, tidak semua orang yang memiliki kemampuan harta bersedia menyerahkan hewan untuk dikurbankan.
  2. Kurban yang dilakukan oleh seseorang, jika dikaitkan dengan dirinya, adalah wujud rasa syukur atas nikmat harta yang diberikan oleh Allah kepadanya. Nikmat itu berupa kemampuan dalam harta benda. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan itulaah yang mendapat perintah untuk berkurban. Oleh sebab itu bertambah banyak herwan yang dikurbankan, maka bertambah tinggi dan bertambah rasa syukurnya atas nikmat Allah itu.
  3. Kurban yang dilakukan oleh seseorang, jika dikaitkan dengan aspek sosialnya, adalah wujud rasa empati terhadap sesama, wujud rasa kebersamaan, wujud kasih sayang terhadap sesama, dengan menyerahkan hewan kurban untuk dikurbankan. Itulah sebabnya, maka daging-daging hewan kurban itu harus dibagi-bagikan kepada para fakir dan miskin syukur, di samping untuk pelaku kurban. Tidak semua orang dapat menikmati daging-daging hewan itu karena ketidakmampuannya, karena tidak memiliki daya beli. Dengan kurban, muslim-muslim yang fakir dapat menikmati daging hewan yang dibagikan kepada mereka.
  4. Kurban yang dilakukan oleh seseorang, jika dikaitkan dengan aspek ilahiyahnya, adalah wujud ketaatan dan kepatuhannya atas perintah Allah. Ibadah kurban adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mendekatkan diri kepada Zat yang telah memberikan nikmat kepadanya. Berkurban berarti menyerahkan sebahagian harta yang dimiliki untuk senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah swt, sebagai pemberi rezeki. Atas kepatuan dan ketaatannya, Allah memberikan ganjaran pahala kepada pelakunya.

Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita. Āmīn. Wallāhu a’lam bi al-shawāb. Jakarta-Kediaman Matraman, Kamis pagi, tanggl 9 Agustus 2018.

About Hasanudin, M.Pd

Admin Web PBA : Hasanudin, M.Pd. | Web : www.hasanudin.id

Check Also

Edukasi Kosmologi dalam Isra Mikraj Nabi

Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ PENDUDUK Mekkah pernah heboh …

Tinggalkan Balasan