Home / KOLOM DOSEN / Kurban Menurut Islam (7)

Kurban Menurut Islam (7)

KURBAN MENURUT ISLAM (7)
PENJABARAN HUKUM BERKURBAN (2)
Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Hal lain yang perlu dijelaskan lagi adalah bahwa Golongan Hanafiyyah memandang bahwa kurban ada dua macam, yaitu kurban yang wajib dan kurban yang sunnat. Dua hal ini ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Penjelasan kedua hal ini saya kutif dari Wahbah al-Zuhaili, dalam bukunya Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh, hal. 2706.

Kurban itu menjadi hukumnya wajib, menurut golongan hanafiyah, apabila terjadi pada tiga hal, yaitu:

  1. Bernazar untuk berkurban. Misalnya, ada seseorang yang berkata: “Demi Allah, aku wajib mengurbakan hewanku ini. ” Atau dia berniat: “Jika lulus dalam ujian, maka aku akan berkurban.” Jika aku naik haji tahunn ini, maka saya akan berkurban.” Jika seseorang telah mengucapkan kalimat seperti itu, maka dia wajib berkurban.
  2. Hewan yang dibeli dengan niat untuk kurban wajib dikurbankan. Apabila ada seseorang yang fakir/miskin yang ingin membeli seekor hewan, unta, kerbau, sapi, atau kambing, lalu diniatkan untuk kurban, maka dia wajib berkurban. Wajibnya berkurban itu karena niatnya. Apabila dia niatkan suatu hewan untuk kurban, maka dia wajib berkurban.
  3. Hewan kurban yang diminta atau diperoleh dari seorang yang kaya, bukan karena nazar atau dibeli untuk kurban wajib dikurbankan. Hewan yang didapatkan dari seorang yang kaya untuk dikurbankan, maka wajib dikurban.

Dari uraian-uraian di atasa dapat disimpulkan bahwa kurban itu menjadi wajib, apabila ada seseorang yang bernazar untuk berkurban, apabila membeli hewan yang dianiatkan untuk kurban, dan hewan yang diperoleh dari orang-orang kaya yang diniatkan untuk kurban.

Kurban itu hukumnya menjadi sunat bagi orang-orang yang sedang melakukan safar, sedangkan bagi orang-orang yang mukim, hukumnya wajib. Kurban juga hukumnya menjadi sunnat bagi orang fakir yang tidak bernazar untuk berkurban, yang tidak berniat membeli hewan untuk kurban. Hal ini sebab karena tidak adanya sebab-sebab yang mewajibkannya dan mensyaratkannya.

Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita. Āmīn. Wallāhu a’lam bi al-shawāb. Jakarta-Kediaman Matraman, Minggu pagi, tanggl 12 Agustus 2018.

About Hasanudin, M.Pd

Admin Web PBA : Hasanudin, M.Pd. | Web : www.hasanudin.id

Check Also

Edukasi Kosmologi dalam Isra Mikraj Nabi

Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ PENDUDUK Mekkah pernah heboh …

Tinggalkan Balasan